INFORMASI BP3TKI PONTIANAK

LTSA Sambas

2 Tahun LTSA P2TKLN Sambas Sukses Menempatkan Ribuan PMI ke Luar Negeri

BP3TKI Pontianak | Selasa, 03 Desember 2019 - 10:39:26 WIB | dibaca: 428 pembaca

Pemda Daerah Kabupaten Sambas melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Sambas berkolaborasi dengan P4TKI Sambas menggelar peringatan HUT LTSA P2TKLN Sambas yang ke -2 di Komplek LLK Disnakertrans Kab. Sambas pada tanggal 27 Nopember 2019. Acara yang dikemas secara formal dengan rangkaian acara diantaranya sambutan dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Sambas, sambutan Konjend RI di Kuching, sambutan Direktur Penyiapan dan Pembekalan Pemberangkatan dan sambutan Bupati Sambas serta pemotongan tumpeng oleh Bupati Sambas.

Dalam acara peringatan tersebut juga dilakukan penganugerahan Desa Peduli Pekerja Migran Indonesia kepada Desa Serunai, Desa Sempalai dan Desa Penjajap, penganugerahan Perbankan Peduli Pekerja Migran Indonesia kepada Bank Kalbar Cabang Sambas dan P3MI Terbanyak Penempatan Pekerja Migran Indonesia kepada PT. Mafan Samudera Jaya dan PT. Arwana Citra Lestari piagam penghargaan diserahkan secara langsung oleh Bupati Sambas, Direktur P2P BNP2TKI, Konjend RI di Kuching dan Kepala BP3TKI Pontianak. 

Direktur Penyiapan Pembekalan dan Pemberangkatan BNP2TKI, Ahnas dalam sambutannya menyampaikan bahwa salah satu amanat Undang Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yaitu pemerintah daerah dapat membentuk Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA), Kab. Sambas telah menunjukkan komitmen yang tinggi dengan menghadirkan LTSA P2TKLN Sambas dimana pada hari ini kita bersama-sama merayakan HUT yang kedua. Hadirnya LTSA di kabupaten Sambas ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat khususnya PMI dan keluarga. Masyarakat yang akan bekerja ke luar negeri cukup datang ke LTSA ini maka seluruh dokumen penempatan bisa dipenuhi.

Ahnas melanjutkan bahwa Undang Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia juga telah membagi tugas dan peran masing-masing pihak dimulai dari pemerintah pusat, pemerintah propinsi, pemerintah daerah kab/kota hingga pemerintahan desa. Agar semua pihak dapat memainkan peran tersebut secara optimal. Saat ini skema penempatan baru sedang dikembangkan dan diujicoba berupa skema penempatan Specified Skilled Worker (SSW) ke Jepang, Special Placement Program to Taiwan (SP2T) dan Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK)ke Arab Saudi yang bisa menjadi alternatif lain penempatan PMI asal Sambas. Untuk itu, diharapkan inovasi dan kreatifitas baru dalam pelayanan PMI di LTSA Sambas ke depan.

Sementara itu Konjend RI di Kuching, Yonnie Tri Prayitno menyampaikan soal situasi dan kondisi PMI di Sarawak, Malaysia, upaya-upaya KJRI Kuching dalam memberikan pelayanan bagi PMI dan rencana – rencana ke depan yang akan dilaksanakan dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak. LTSA Sambas dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah lain di seluruh Indonesia melihat bagaimana semua instansi yang terlibat berkolaborasi dengan menghilangkan ego sektoral dalam memberikan pelayanan terhadap PMI di Kab. Sambas.

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili turut hadir menyampaikan selamat dan sukses atas HUT LTSA Sambas yang kedua dan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap LTSA Sambas. Kehadiran LTSA Sambas untuk memberikan pelayanan yang mudah, murah, cepat dan aman bagi PMI asal Kab. Sambas dan mendorong agar semua pihak bersinergi memberikan pelayanan yang terbaik bagi PMI. Atbah Romin Suhaili juga berpesan secara khusus kepada para kepala desa agar membantu melayani PMI dan mendata dengan baik.

 

Kepala BP3TKI Pontianak, AKBP. Erwin Rachmat ditemui di sela-sela acara menyampaikan apresiasi bagi seluruh instansi yang terlibat di LTSA Sambas sehingga bisa berjalan optimal sejak didirikan 2 tahun lalu. Jumlah penempatan PMI yang ditempatkan melalui LTSA Sambas tahun 2018 sebanyak 1.212 orang dan periode Januari – Oktober 2019 sebanyak 878 orang. Jumlah PMI yang ditempatkan ini akan menghasilkan remitansi yang cukup besar dan bisa berdampak peningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga yang pada akhirnya dapat menumbuhkan pertumbuhan ekonomi di daerah asal PMI.

 

 



INFORMASI BP3TKI PONTIANAK LAINYA .....