INFORMASI BP3TKI PONTIANAK

G To G Jepang

BP3TKI Pontianak Harap Peserta Program G to G Jepang Batch 13 Berikan Semangat Kepada Lulusan Kepera

BP3TKI Pontianak | Senin, 06 April 2020 - 11:37:57 WIB | dibaca: 193 pembaca

Satu lagi, tahapan Program Goverment to Goverment ( G to G) harus terhenti untuk sementara waktu karena mewabahnya Covid 19 di berbagai wilayah di Indonesia. Kali ini pelatihan Bahasa Jepang untuk  peserta program G to G Jepang batch 13 yang diadakan di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bahasa (P4TK Bahasa)  harus dihentikan sementara waktu hingga ada pemberitahuaan lebih lanjut.

Keputusan ini diambil setelah para stakeholder terkait mengadakan rapat virtual pada 30 Maret 2020. Hal ini membuat semua peserta harus pulang ke daerah asal sebelum 10 April 2020. Tiga orang peserta merupakan putra daerah Kalimantan Barat yang berasal dari Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Mempawah.

Mereka tiba di Bandara Supadio Pontianak pada Sabtu (4/4) dengan menggunakan pesawat Citilink QG 410. Tim Kelembagaan BP3TKI Pontianak menjemput ketiga peserta ini di Bandara Supadio Pontianak, selanjutnya satu orang CPMI difasilitasi kepulangannya hingga tempat tinggalnya dan dua orang lainnya dijemput orang tuanya.

"Setelah kurang lebih empat bulan belajar Bahasa Jepang, kami harap kemampuan Bahasa Jepang para CPMI ini semakin bagus. Dan walaupun saat ini pelatihannya berhenti, tetap praktekkan Bahasa Jepang yang telah dipelajari di Jakarta," ujar Erwin Rachmat Kepala BP3TKI Pontianak dalam keterangan tertulisnya.

Erwin menambahkan para peserta G to G Jepang Batch 13 ini diharapkan juga memberikan semangat dan motivasi kepada kawan-kawannya untuk bisa mengikuti program G to G Jepang. Bagaimanapun juga, akan banyak pengalaman yang didapat dengan bekerja di Jepang, belum lagi gaji yang tinggi untuk ukuran asisten nurse atau asisten careworker.

"Momen ini kami harap bisa dimanfaatkan mereka untuk memotivasi kawan-kawannya disini. Mereka dapat berbagi terkait tips agar bisa melewati tahapan demi tahapan di program G to G Jepang," tutur Erwin.

Dua tahun belakangan ini, BP3TKI Pontianak sangat gencar melakukan sosialisasi atau penyebaran informasi terkait peluang kerja di Jepang melalui Program G to G Jepang.

Penyuluhan Jabatan telah dilakukan di berbagai sekolah kesehatan yang ada di Pontianak diantaranya STIKES Yarsi, STIK Muhammadiyah, Poltekkes Kemenkes Pontianak Jurusan Keperawatan di Singkawang.

Namun dirasa usaha yang telah dilakukan ini, belum berbuah manis. Pendaftar program G to G Jepang dari tahun ke tahun masih terbilang sedikit bila dibandingkan jumlah lulusan keperawatan yang ada di Kalimantan Barat.

Menurut hasil analisa Tim Kelembagaan dan PP BP3TKI Pontianak, para lulusan ini masih sungkan bekerja di Jepang karena tidak ada kawan yang berasal dari daerahnya dan juga belum adanya testimoni dari para lulusan yang telah bekerja disana. Selain itu pula, izin dari orang tua yang tidak merestui niat anaknya untuk bekerja di Negeri Sakura.

Pulangnya tiga peserta program G to G Jepang batch 13 ini dapat dijadikan momentum untuk mengkampanyekan program G to G Jepang kepada kawan-kawannya yang ada di Pontianak. Walaupun saat ini kondisinya kurang memungkinkan untuk mereka bertatap muka, namun setidaknya mereka dapat berbagi tips melalui metode online di grup grup WA yang mereka miliki.

"Kami harap teman-teman lulusan keperawatan dapat menangkap peluang emas bekerja di Jepang ini. Ditambah lagi dengan adanya cerita langsung dari alumni yang sudah akan berangkat ke Jepang. Tahun Tahun kedepan diharapkan peserta G to G Jepang di Kalimantan Barat dapat meningkat jumlahnya,"tutup Erwin.(angga/bp3ptk)



INFORMASI BP3TKI PONTIANAK LAINYA .....