INFORMASI BP3TKI PONTIANAK

Kisah Inspiratif

From Zero To Hero : Ari, Seorang TKI yang Jadi Juragan Kebun di Sambas

BP3TKI Pontianak | Rabu, 07 November 2018 - 16:24:39 WIB | dibaca: 613 pembaca

Ari Ramadhan (31) seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak pernah bermimpi apa yang telah ia punya saat ini. Terlahir di  Kubu Raya dari keluarga sederhana membuatnya tidak pernah bermimpi mempunyai kebun. Namun saat ini  Ari mempunyai kebun kelapa, kebun karet, kebun lada, tanah di berbagai wilayah di Sambas dan Mempawah.

Kisahnya diawali ketika ia memutuskan untuk bekerja di Sarawak Malaysia selepas ia lulus SMK pada tahun 2015. Ia bekerja sebagai mekanik di sebuah perusahaan plywood dengan gaji sebesar 900 Ringgit atau 2,9 juta rupiah.

“Ketika itu di kampung susah untuk mencari kerja, atas izin orang tua saya berangkat ke Malaysia dengan hanya niat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Istilahnya saya hanya mencari sesuap nasi bukan mencari sebongkah berlian,” cerita Ari pada BP3TKI Pontianak saat ditemui ketika sedang memperpanjang kontrak di kantor cabang PT. Mafan Samudera Jaya.

Jika dirinya pulang ke Indonesia, ia selalu bercerita bagaimana kondisi kerja di Malaysia. Selain itu pula, tak lupa selalu ia katakan bahwa betapa pentingnya bekerja secara prosedural. Walaupun memakan waktu  dua minggu sampai empat minggu, bekerja secara prosedural sangat penting.

“Jika kerja secara resmi, kita bisa fokus kerja. Tidak takut dikejar-kejar atau ditangkap petugas Imigrasi atau kepolisian Malaysia,”ujar Ari.

Di tempat kerjanya, ia bekerja sebagai mekanik yang mempunyai tugas memperbaiki mesin-mesin yang rusak. Setiap pagi ia berangkat kerja bersama-sama dengan pekerja asal Indonesia. Banyaknya warga Indonesia ditempat kerjanya membuatnya mengenal  berbagai macam karakteristik orang-orang Indonesia. Ketika akhir pekan, ia bersama kawan-kawannya pergi ke Kota untuk sekedar melepas penat.

Rutinas tersebut dilaluinya selama bertahun-bertahun, hingga suatu saat dirinya sadar bahwa hidupnya harus berubah. Tidak mungkin selamanya ia bekerja di Malaysia. Sejak saat itu, ia mulai mempelajari apa yang harus ia lakukan.

Ari menceritakan saat itu ia berprinsip harus mempunyai kelebihan dibandingkan pekerja-pekerja lainnya. Ia mulai belajar kepada para senior-senior dan para supervisor di perusahaannya. Tidak jarang ia memutuskan untuk kerja lembur demi mendapatkan ilmu-ilmu dari para seniornya.

Selain itu, rupanya Ari juga aktif dibidang organisasi. Saat ini ia tercatat sebagai Ketua Bidang Sukan/ Olahrga Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia (FORKOMMI) di perusahaannya tempat bekerja saat ini, Samling Plywood. Sebagai orang yang dituakan oleh para PMI di Samling Plywood, ia selalu mengarahkan PMI asal Sambas apabila pulang ke Sambas untuk mengurus EKTKLN di LTSA P2TKI Sambas.

“Dengan ikut organisasi ini, saya dapat ilmu banyak dari orang-orang hebat Indonesia yang ada di Malaysia. Selain itu juga kami dapat menyalurkan aspirasi atau keluhan PMI  ke Perusahaan serta KJRI ataupun KBRI,” ujar Ari.

Cerita kegigihan tersebut rupanya terdengar hingga pimpinan di tempat kerjanya. Ia ditantang untuk kerja lebih giat dan apabila hasil kerjanya bagus, gajinya akan dinaikkan. Tantangan tersebut ia terima dan hasilnya gajinya sudah berbeda dengan kawan-kawannya.

Saat ini ia menerima gaji sebesar 2600 Ringgit atau 8,3 juta rupiah. Jumlah tersebut merupakan gaji pokok, belum termasuk lembur dan bonus-bonus.

“ Setelah gajinya naik, saya berpikir gaji ini harus menghasilkan. Akhirnya saya berpesan ke istri yang tinggal di Sambas untuk mencari orang-orang yang akan menjual kebon-kebon. Kenapa saya pilih kebon, karena selain harganya selalu naik, setiap bulan juga dapat menghasilkan uang dari penjualan hasil kebunnya,” ujar Ari.

Dari hasil kerjanya sejak tahun 2005, saat ini ia sudah mempunyai kebun lada seluas satu hektare di Sambas, kebun karet seluas 2,8 hektare di Sambas, dan kebun kelapa seluas 4,8 hektare di Mempawah. Dari ketiga kebunnya tersebut setiap bulannya memperoleh 11 juta rupiah. Jumlah yang cukup besar bahkan melebihi gaji di tempat kerjanya.

Bahkan saat ini ia bersama adiknya sedang merintis usaha pupuk kandang di kampungnya. Ia mengatakan bahwa saat ini wilayah Kalimantan Barat masih terdapat banyak perkebunan. Perkebunan ini  merupakan peluang untuk menciptakan usaha-usaha seperti pemupukan ataupun pembibitan. Perkebunan bukan hanya hasil kebunnya namun banyak peluang-peluang lain yang dapat menghasilkan keuntungan.

“Usaha ini sedang saya rintis, satu atau dua tahun lagi saya memutuskan untuk berhenti menjadi TKI. Saya akan fokus berusaha di Sambas,”ujar Ari. (aa/aki)

 

 

 

 

 



INFORMASI BP3TKI PONTIANAK LAINYA .....