INFORMASI BP3TKI PONTIANAK

G To G Jepang

Kementrian Kesehatan Gandeng BP3TKI Pontianak Lakukan Sosialisasi Peluang Kerja Tenaga Perawat di LN

BP3TKI Pontianak | Senin, 22 Juli 2019 - 11:38:12 WIB | dibaca: 466 pembaca

Guna penyebaran informasi ke tenaga perawat ataupun mahasiswa keperawatan di wilayah Pontianak Kalimantan Barat, Kementrian Kesehatan melalui Pusat Peningkatan Mutu SDM Kesehatan menggandeng BP3TKI Pontianak melakukan kegiatan sosialisasi sertifikasi perawat ke luar negeri. Sosialisasi ini dilakukan pada Jumat (19/07) di Auditorium Politeknik Kesehatan Kemenkes Pontianak dengan menghadirkan narasumber Kepala Puskatmutu SDMK Kemenkes, Kabid Pendayagunaan SDMK Luar Negeri Kemenkes, Kabid Pengembangan Karir dan Tata Kelola Sertifikasi Kemenkes, dan Kepala Seksi Penyiapan Penempatan BP3TKI Pontianak.

Acara yang dibuka oleh Sunarsieh selaku Wakil Direktur III Poltekkes Kemenkes Pontianak ini diikuti pulahan mahasiswa tingkat akhir dari berbagai Lembaga Pendidikan Kesehatan diantaranya Poltekkes Kemenkes Pontianak, STIK Muhammadiyah, STIKES Yarsi, Akper Dharma Insan, dan Universitas Tanjungpura. Selain itu pula turut hadir perwakilan dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Pontianak.

Dalam sambutannya, Diono Susilo selaku Kepala Pusat Peningkatan Mutu SDM Kesehatan Kemenkes mengatakan di Tahun 2025 nanti ASEAN akan memberlakukan pasar bebas tenaga kesehatan. Untuk menyambutnya, kita harus mempersiapkan diri mulai dari kompetensi hingga Bahasa.

“Setiap tahunnya terdapat 33.000 lulusan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia. Namun penyerapannya hanya 10 % saja. Ini adalah sebuah peluang yang dapat dimanfaatkan para tenaga kesehatan yang ada di Indonesia khususnya Pontianak,”ujar Diono.

Untuk meningkatkan kompetensi tenaga perawat, di Tahun 2019 ini Kementrian Kesehatan akan mengadakan sertifikasi internasional diantaranya Sertifikasi Prometic untuk Negara Arab Saudi dengan kuota 50 orang dan Certification Examination Service (CES) untuk Negara Amerika Serikat dengan kuota sebanyak 10 orang.

“Tujuan kami datang ke Pontianak ini untuk menyosialisasikan program sertifikasi ini. Pontianak sangat beruntung mendapat informasi ini, karena belum semua daerah yang menerima sosialisasi sertifikasi ini. Silahkan teman-teman tenaga perawat dapat memanfaatkannya. Diharapkan Kalimantan Barat ini dapat menjadi lumbung tenaga perawat,”ujar Diono.

Sementara itu As Syafii selaku Kepala Seksi Penyiapan Penempatan BP3TKI Pontianak mengatakan saat ini BNP2TKI mempunyai program Government To Government ( G To G) Jepang  untuk tenaga kesehatan yakni nurse ( Kangoshi) dan careworker (Kaigofukushishi).

“Sejak tahun 2008 hingga 2018, sudah 2445 tenaga kesehatan kita yang bekerja di Jepang. 653 orang sebagai nurse dan 1792 sebagai careworker,” kata Syafii.

Setiap tahunnya, program G To G ini selalu dibuka untuk para lulusan keperawatan. Dengan proyeksi gaji berkisar 15 juta hingga 20 juta program ini selalu diminati para tenaga perawat di seluruh Indonesia. Untuk tahun 2019 ini, seleksi awal berupa tes keperawatan dan psikotes telah dilaksanakan pada 18 Juli lalu.

“Setiap tahun kami BP3TKI Pontianak, selalu mengadakan sosialisasi program G To G ini. Maret lalu, kami mengadakan sosialisasi di Poltekkes Kemenkes Jurusan Keperawatan Singkawang. Selain itu pula, teman-teman tenaga perawat ataupun mahasiswa dapat memantau informasi terkait program ini di website kami. Program ini merupakan kesempatan yang sangat bernilai untuk meningkatkan kompetensi dan mendapatkan gaji yang besar,”tutup Syafii.

 



INFORMASI BP3TKI PONTIANAK LAINYA .....